Thursday, November 26, 2015

Ceramah Rizieq Syihab Pimpinan FPI Singgung Masyarakat Jawa Barat

author photo


SebarSebarin.org - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, merespons kritik dan protes masyarakat Sunda yang menilai dia telah menyampaikan ucapan kebencian atau hate speech dengan mengganti salam "sampurasun" menjadi "campur racun".


Rizieq meminta masyarakat Sunda berpikir jernih dalam memahami pernyataannya terkait sampurasun. Dia menjelaskan, sampurasun adalah ucapan selamat bagi masyarakat Sunda yang sangat terkenal dan mengandung unsur penghormatan kepada sesama.


Menurut dia, sampurasun dapat dipergunakan selama tidak dijadikan sebagai pengganti salam "Assalamualaikum".


"Sampurasun sebagai adat Sunda yang mempunyai makna sangat baik dan amat bagus serta boleh digunakan untuk menyapa sebagai penghormatan selama tidak dijadikan sebagai pengganti syariat Assalamualaikum," kata Rizieq saat dihubungi, Rabu (25/11/2015).


Dia mengatakan hal itu supaya pengucapan sampurasun tidak menjadi sarana mengadu domba antara adat istiadat dan syariat Islam karena masing-masing ada tempat dan syarat serta cara penggunaannya.


Dalam hal ini, Rizieq mengkritik kampanye yang dilakukan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Menurut dia, Dedi mulai meninggalkan salam "Assalamualaikum" dan menggantinya dengan salam adat Sunda "sampurasun".


Video Rizieq saat berceramah beredar di YouTube dan ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video itu, dia memelesetkan salam sampurasun dengan pernyataan "campur racun". Saat itu, Rizieq diketahui tengah berceramah di Purwakarta pada 13 November 2015.


Atas pernyataan itu, sebanyak 16 organisasi massa dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) melaporkan pentolan FPI itu ke Polda Jawa Barat.


Atas pernyataan itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga berharap Rizieq segera meminta maaf kepada masyarakat Sunda.
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement