Advertisement

Wednesday, December 30, 2015

Miris! Tak Diizinkan Puskesmas Pakai Ambulance Jenazah ini Diangkut Truk Ikan

author photo
Pihak Puskesmas Cenrana beralasan mobil tersebut tidak boleh digunakan untuk mengangkut jenazah tetapi hanya diperuntukkan untuk merujuk pasien yang sakit.



Miskin selalu identik dengan derajat yang tidak baik. Kemiskinan adalah akar setiap persoalan, terkhusus yang menyangkut soal kesehatan. Masyarakat miskin juga identik dengan terbatasnya akses ke layanan kesehatan yang tidak manusiawi.

Sungguh miris! Begitulah peristiwa yang tengah dialami seorang warga miskin yang berasal dari Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bagaimana tidak, seperti yang ramai diberitakan, jenazah warga miskin bernama Denggang yang meninggal di Puskesmas Cenrana, Rabu pagi, 30 Desember itu terpaksa di bawa kerumah duka dengan menggunakan mobil penggangkut ikan.
 

Sementara Ambulance milik Puskesmas berdiri angkuh digarasi Puskesmas Cenrana tempat ia meninggal. Pihak Puskesmas tidak mengizinkan jenazah Danggeng dibawa menggunakan oleh ambulance Puskesmas itu.

Salah seorang keluarga Denggang, Muhammad Rusli, mengatakan pihak Puskesmas Cenrana beralasan mobil tersebut tidak boleh digunakan untuk mengangkut jenazah tetapi hanya diperuntukkan untuk merujuk pasien yang sakit.

Alhasil, atas keputusan kepala Puskemas yang tak manusiawi tersebut, dengan sangat terpaksa pihak keluarga membawa jenazah Denggang dengan menggunakan mobil pick-up pengangkut ikan.


Lantaran kesal dengan pelayanan puskesmas di tempatnya, Muhammad Rusli pun mengangkat Peristiwa itu dalam akun Facebook pribadi miliknya. Dalam postingannya tersebut Rusli menuliskan keluh kesah nya kepada Presiden Joko Widodo.


Yth Presiden Bapak Jokowi, tadi sekira pukul 8.30 Wita seorang warga desa labuaja, kec cenrana, kab maros bernama Denggang meninggal di puskesmas Cenrana.
Yang kami sayangkan Pak Presiden karena pihak puskesmas tidak mau meminjamkan mobil ambulancenya. Terpaksa mayat orangtua kami menggunakan mobil pengangkut ikan.
Duh kakunya pejabat di negeri ini,” tulis Rusli dalam akun Facebooknya.


Sontak saja, status dan unggahan foto Rusli mengundang rasa prihatin dari penduduk jagat maya. Tulisan Rusli pun mendapatkan tanggapan dari netizen. Banyak dari mereka netizen yang mengecam tindakan pihak Puskesmas Cenrana yang melarang penggunaan mobil ambulance untuk mengangkut jenazah Denggang.



“Kepala puskesmas harus tau,. Mobil ambulance itu bukan barang antik ato hiasan puskesmas..!!!,” tulis Muhammad Kuddus


Dalam postingannya pula Rusli tak lupa menuliskan alasan puskesmas yang tidak memperbolehkan penggunaan mobil ambulans tersebut. Rusli menuturkan, tak lama setelah peristiwa memilukan yang ia unggah ke sosial media menjadi ramai, kepala Puskesmas Cenrana pun menemui dirinya untuk memberikan penjelasan terkait larangan penggunaan mobil jenazah tersebut. Menurut Kepala Puskesmas Cenrana, mobil ambulans itu disediakan bukan untuk mengangkut jenazah.


“Barusan kepala puskesmas ke rumah setelah diberi tahu stafnya bahwa kasus ini heboh di fesbuk, katanya mobil ambulance ini bukan mobil mayat. Tapi apapun alasan, jelas-jelas itu tidak manusiawi. Ini soal kemanusiaan. Masa mayat diangkut dengan mobil pengangkut ikan?,” pungkasnya
 

Sebegitu kakukah aturan di negeri ini, hingga menggunakan Ambulance untuk membawa jenazah saja dilarang? Bagaimana menurutmu?


Source : Rimanews.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post