Thursday, December 31, 2015

Ternyata Inilah Alasan ISIS tak Berani Serang Israel! Ada Maksud Terselubung!

author photo
Di tengah panasnya serangan Israel ke Jalur Gaza, sejumlah kalangan kini mempertanyakan mengapa ISIS tidak membantu Hamas dan warga Gaza dalam berperang melawan negara zionis Israel. Padahal selama ini ISIS menggembar-gemborkan kelomponya sebagai khalifah Islam, seperti yang kita tahu jutaan umat muslim pun telah dibantainya atas nama jihad di jalan Allah.



Pernyataan inilah yang menguatkan spekulasi mengapa ISIS sampai saat ini tidak pernah menyerang Israel. Meski digempur berbagai negara dari udara dan diserang pasukan elite melalui darat, kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) tak gentar terhadap aneka serangan tersebut.

Sebagaimana dilansir Kompas, seorang wartawan yang menghabiskan waktu bersama para militan ISIS dengan cara menyusup membuat pengakuan mengejutkan.

Menurut jurnalis bernama Jurgen Todenhofer itu, ISIS hanya takut kepada negara Israel. Selain itu Menurut wartawan berusia 75 tahun ini Israel adalah satu-satunya bangsa yang diwaspadai oleh ISIS.

“Mereka (kelompok militan ISIS) berpikir mampu mengalahkan pasukan darat AS dan Inggris yang dianggap tak berpengalaman melawan gerilyawan kota atau strategi teroris,” kata Todenhofer yang pernah tinggal di Suriah selama 10 hari pada 2014. 

Todenhofer juga menambahkan, para militan ISIS mengetahui bahwa Israel merupakan negara yang tangguh dalam bertempur melawan pemberontakan dan teroris.

“Mereka tidak takut terhadap tentara AS dan Inggris. Mereka hanya takut pada tentara Israel. Bagi mereka, tentara Israel adalah bahaya yang nyata,” kata Todenhofer.

Saat ini, ISIS sudah mengalami beberapa kekalahan dalam pertempuran di sejumlah daerah. Salah satu yang berarti adalah peperangan di kota Ramadi, Irak. Kelompok militan ISIS meninggalkan kota Ramadi setelah kalah bertempur dengan pasukan Irak.

“Ini yang terbaru dalam serangkaian kekalahan Daesh (ISIS),” kata Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond.
“Teroris barbar telah kehilangan 30 persen wilayah yang pernah dikuasainya di Irak,” lanjut Hammond.

Sejak perang antara Israel dan Hamas terjadi, sampai sekarang tercatat lebih dari 1.242 jiwa tewas dan setidaknya ada 7.000 orang yang terluka. Keengganan ISIS membantu Palestina semakin membuat dunia yakin, bahwa ISIS bukanlah sebuah kelompok yang murni berasal dari ajaran dan akidah Islam.

ISIS dengan aktifitas gerakan dan sikapnya dari hari ke hari semakin mencurigakan yang dilakukan semakin jauh dari ajaran Islam. Dan inilah yang juga semakin membedakan ISIS dengan kelompok jihad Islam manapun di seluruh dunia.

Tak berbeda dengan Israel, ISIS pun telah melakukan serentetan aksi brutal di sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Suriah, Irak, Yaman, Libya, dan Afghanistan. ISIS bukan hanya membantai manusia dengan berondongan senapan mesin, roket, dan bom, tapi ISIS juga sampai hati menyembelih manusia dan memisahkan kepala dari tubuhnya.



ISIS seolah segaja diciptakan hanya untuk membunuhi kaum Muslim. Bukan membantu kaum muslim. Benarkah begitu? Bagaimana menurutmu?

Mari share dan jangan lupa berikan komentarmu.



Sumber : Kompas
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement