Advertisement

Tuesday, January 5, 2016

Bakal Capres AS, Donald Trump Ungkap ISIS Bentukan Obama dan Hillary Clinton

author photo
Donald Trump selalu membuat sesnsasi di setiap statementnya. Baru-baru ini, bakal calon presiden Amerik Serikat dari Partai Republik itu menyebutkan bahwa kebijakan dari Presiden Barack Obama dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton adalah menciptakan ISIS. Trump pun menambahkan daftar panjang ungkapan kontroversial yang ia luncurkan dalam mengkritik cara pemerintahan Obama dalam mengatasi terorisme.

“Mereka membentuk ISIS. Hillary Clinton menciptakan ISIS dengan Obama,”



Setelah ungkapan itu terlontar, Trump tidak memberikan penjelasan apa-apa lagi terkait ungkapan kontroversialnya. Selain itu, Trump juga menyebut bahwa ketegangan antara Iran dan Arab Saudi yang menjadi-jadi belakangan ini merupakan tanda bahwa Republik Islam (Iran) ingin mengambil alih posisi Saudi yang selama ini menjadi salah satu sekutu AS di Timur Tengah.

Hal itu disampaikan oleh Trump usai diskusi singkat mengenai aksi unjuk rasa yang berujung anarki di gedung Kedutaan Besar Saudi di Teheran akibat eksekusi seorang ulama Syiah di Saudi yakni Nimr al-Nimr. Iran, negara yang mayoritas penduduknya merupakan warga Syiah, menilai ekseskusi itu tidak adil.

Nimr dianggap sebagai seorang teroris oleh Riyadh namun dipuji oleh Iran karena pemerhati hak-hak kelompok Syiah yang minoritas dan terpinggirkan di Saudi. Nimr juga merupakan pemimpin sekte aktivis muda untuk memperjuangkan kesetaraan Syiah dengan Sunni di Saudi.

“Di Teheran, mereka membakar kedutaan Saudi, Anda lihat itu? Sekarang, Iran ingin mengambil alih [posisi] Arab Saudi. Mereka selalu menginginkan itu. Mereka ingin minyak, OK? Mereka selalu ingin itu,” ujar Donald Trump.

Tak hanya itu, Trump juga turut menyalahkan Partai Demokrat maupun mantan Presiden George W. Bush saat berbicara mengenai kerusuhan di Timur Tengah. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump sangat agresif melontarkan kritikan soal Hillary Clinton, bakal calon presiden AS dari Partai Demokrat dan mantan Menteri Luar Negeri AS.

Sayangnya, pendapat dibalik ISIS ada Obma dan Clinton tak hanya Trump tetapi juga dua bakal calon presiden AS lainnya yakni Carly Fiorina dan Rick Santorum. Menurut mereka, Clinton dan Obama harus disalahkan atas terciptanya kelompok ISIS ini.

Trump selalu saja meluncurkan komentar kontroversial untuk menaikkan popularitasnya. Bahkan lewat segala komentarnya, Trump bisa berada pada peringkat pertama survey Partai Republik dan mengalahkan 12 kandidat lainnya.

Di antara komentarnya adalah menghina etnis Meksiko dan menyinggung umat Islam. Seruan Trump untuk melarang Muslim memasuki Amerika Serikat juga menuai banyak kecaman oleh politisi Amerika.

Bahkan sekelompok militant yang berkembang di Somalia, al-Shabaab pada hari Sabtu, 2 Januari 2015 merilis sebuah film documenter untuk merekrut anggota baru. Namun, mereka turut memaparkan soal ketidakadilan rasial di Amerika Serikat dengan menampilkan apa yang Trump ucapkan mengenai larangan seluruh umat Muslim memasuki Amerika Serikat.



Sumber: cnnindonesia.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post