Advertisement

Friday, January 15, 2016

Inilah Sosok Nabi & Rasul Organisasi Sesat Gafatar!

author photo
Pada awal kemunculannya, Gafatar dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah melalui surat Ditjen Kesbangpol Kemendagri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tertanggal 20 November 2012. Meski demikian, dalam situs resminya Gafatar.org, menjelaskan bahwa Gafatar didirikan bukan atas dasar kepentingan kelompok, golongan, aliran, suku, agama, kepercayaan atau ras manapun.


Melainkan terwujudnya tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang damai sejahtera, beradab, berkeadilan dan bermartabat di bawah naungan Tuhan Yang Maha Esa melalui penyatuan nilai-nilai luhur bangsa, peningkatan kualitas ilmu dan intelektualitas, serta pemahaman dan pengamalan nilai-nilai universal agar menjadi rahmat bagi semesta alam.

Meski mereka tidak mengatasnamakan agama dalam kegiatannya. Namun pada kenyataannya dasar pemikiran Gafatar terkhusus para petinggi organisasinya bisa dibilang menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya.

Bagaimana tidak, doktrin yang diajarkan Gafatar kepada pengikutnya adalah bahwa Islam bukanlah agama. Selain itu Gafatar juga tidak mewajib sholat 5 waktu, puasa ramadhan, zakat dan juga haji.



Bahkan syahadat mereka pun berbeda, oleh mereka ajaran Islam diatas adalah dianggap tidak berguna. Parahnya lagi, Gafatar menyebut Ahmad Musadek sebagai Nabi mereka. Mereka meyakini bahwa Musadek datang ke dunia sebagai utusan Tuhan. Mantan guru di sebuah sekolah di Jakarta Barat ini dulu mengaku taubat setelah diirnya ditahan oleh pihak kepolisian beberapa tahun silam.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah menetapkan Gafatar sebagai organisasi terlarang dan berkoordinasi dengan kepolisian daerah untuk memantau aktivitas anggota-anggotanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan bahwa kelompok Gafatar berbahaya. Meski belum ditemukan adanya deteksi ancaman teror dari kelompok tersebut, Anton menyatakan bahwa Gafatar berbahaya karena menyebarluaskan ideologi yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.


“Gerakan mengatasnamakan agama, tetapi tidak sesuai dengan agama itu berbahaya. Bukan menyerang fisik, tetapi ideologi. Mereka (Gafatar) mengaku Islam, tapi tidak salat, puasa, tidak naik haji, bahaya dari sisi ideologis,” terang Anton di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.


Fenomena nabi palsu dan aliran sesat kian menimbulkan keresahan di masyakarat. Entah apa yang ada dibenak mereka yang mengaku-ngaku nabi palsu, entah apa pula yang membuat mereka tidak mau menjadi manusia biasa dan mengikuti agama yang benar!

Mungkin mereka adalah orang-orang frustasi yang tak kesampaian hajat hidupnya. Bagaimana menurutmu? Mari share dan jangan lupa berikan komentarmu.


sumber: jpnn.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post