Tuesday, January 5, 2016

Konflik Warga dan Madrasah, Jalan Madrasah Ditembok Warga

author photo
Ya, realita ini sudah pasti mengejutkan kita semua. Kok bisa kejadian akses jalan ke sekolah ditutup?. Ini sekolah lho… sebuah institusi yang tentunya jauh dari kata maksiat. Ditutup disini artinya ditutup secara paksa, sehingga jalan menuju ke sekolah tidak bisa dilewati para siswa. Kesalahan apakah gerangan yang dilakukan sebuah MTs Muhammadiyah Karangkajen di Jogja itu hingga harus mengalami nasib buruk seperti ini?


sumber: Detik


Sebagaimana dilansir Tempo, ternyata sekolah itu kebetulan berada di dalam kompleks perumahan elite yang dihuni 150 warga. Alasan yang digunakan para warga elit pun sangat sepele. Mereka tidak mau terganggu dengan keberadaan para siswa MTs Muhammadiyah Karangkajen yang lalu lalang melewati jalanan kompleks tersebut. Sebagian warga kompleks elit tersebut akhirnya menutup akses jalan menuju ke sekolah dengan mendirikan tembok.

Kasus rebutan akses jalan itu bermula sejak pihak sekolah tersebut mulai membangun unit kedua untuk kelas VII di atas tanah wakaf seluas 2.400 meter persegi awal 2014 silam. Unit pertama sekolah itu dinilai sudah terlalu crowded untuk kegiatan belajar mengajar sehingga butuh gedung baru.


“Alasan pihak perumahan karena tidak mau ada kebisingan para siswa, cuma itu. Padahal yang dilewati siswa hanya blok A saja,” kata Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Iwan Setiawan, Senin (4/1/2016).

Salah seorang warga perumahan bernama Wikan menuturkan bahwasanya warga merasa kenyamanannya terganggu setelah merasakan langsung dampak ketika sekolah pertama dibangun pada 2003. Perumahan itu sendiri dibangun pada tahun 1991. Wikan menambahkan para siswa dari sekolah tersebut mengganggu dengan kegiatan mereka karena beberapa kali sering mojok atau pacaran di kompleks perumahan. Siswa pun diketahui beberapa kali kencing sembarangan dan terlibat perkelahian di kompleks perumahan.


“Intinya, kami masih belum setuju jika akses sekolah itu melalui jalan perumahan karena warga menilai mengganggu kenyamanan,” ujar Wikan.
 

Puncak kekesalan warga dirasakan ketika salah satu orang tua siswa ugal-ugalan naik mobil saat mengantar anaknya sekolah.



“Mobil itu ngebut sampai melewati parit dan menabrak tembok rumah warga sampai jebol,” tutur Wikan.
 

Kepala sekolah Mts Muhammadyah Karangkajen Sukarni menuturkan sejak gedung sekolah kedua itu selesai dibangun warga perumahan berkukuh menolak jika siswa menggunakan akses jalan perumahan dengan alasan mengganggu kenyamanan.


“Siswa akhirnya lewat jalan tikus yang merupakan lahan warga tapi belum dibangun rumah,” ujar Sukarni.


Sukarni juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkali-kali melakukan mediasi keapada sejumlah warga perumahan elit Green House. Namun mediasi itu selau berakhir buntu, pasalnya warga perumahan bersikuh menolak memberikan akses jalan kepada pihak sekolah.



Kini siswa bisa lewati jalan dengan nyaman sumber: detik


Mendapat laporan siswa terancam tak sekolah, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti pun turun tangan untuk menyelesaikan perkara mediasi antara sekolah dan warga yang selalu mengalami kegagalan selama dua tahun terakhir.

Pada Senin subuh 4 Januari 2016 tepatnya pukul 05.00 Haryadi Suyuti mendatangi komplek perumahan dengan sejumlah personil dinas ketertiban. Akses jalan perumahan yang selama ini ditutup dengan portal dibuka, tembok pembatas perumahan dan sekolah itu pun akhirnya dibongkar paksa sehingga para siswa bisa bersekolah kembali.


“Tak bisa orang mengklaim sesuatu sebagai hak milik personal jika itu memiliki fungsi sosial, ini sekolah anak yatim, urusan teknis bisa belakangan karena ternyata tak ada solusi,” ujar Haryadi.
 

Saya hanya bisa mengelus dada melihat realita ini. Persoalan akses jalan mustinya bisa diselesaikan secara baik-baik tanpa harus mengorbankan anak-anak sekolah sang pemilik masa depan. Mengapa orang-orang tega mengorbankan pendidikan demi kepentingan belaka. Sebising apa sih Pak Wikan suara anak-anak sekolah itu?


sumber: hello-pet.com + tempo
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement