Tuesday, January 19, 2016

Miris! Perusahaan Halangi Murid-murid Mts untuk Ke Sekolah

author photo
Miris, sudah sedemikian buta kah mata pengusaha jaman sekarang? Sehingga lebih mementingkan ego daripada kepentingan umum? Para pelajar sekolah sebuah SD di Sumatera Selatan terpaksa harus lewat sawah dan rawa karena jalan yang biasa mereka lewati ditutup secara sepihak.



Tidak ada jalan keluar, tidak ada solusi, pemerintah provinsi setempat tidak bisa berbuat banyak, apakah hanya karena jalan itu adalah milik sebuah badan?

Belum lama perhatian kita tertuju pada penutupan pagar Mts Muhammadiyah oleh pengembang perumahan, kini peristiwa serupa kembali terjadi di Kota Palembang. Puluhan warga RT 26, RW 06, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, berdemo di kantor gubernur Sumsel dan DPRD Sumsel pada Kamis (14/1).

Yang cukup mengejutkan dalam demo di kantor Gubernur ini tidak hanya orang tua saja, namun ada juga anak anak yang mengenakan sepatu sekolah yang penuh dengan lumpur sawah. Mereka memprotes penutupan jalan sepihak yang dilakukan oleh PT. Dian Sakti

“Kami Warga RT 26 Mohon Bantuan, Buka Jalan Kami”, “Akses Jalan Kami Ditutup PT Dian Sakti”, “Pak Gubernur, Tolong Peduli, Buka Jalan Buat Kami”.

Seorang murid bernama Hendri (12) mengatakan kalau saat ke sekolah ia terpaksa lewat sawah dan rawa karena hanya itu satu satunya jalan menuju sekolah. Apalagi saat hujan turun, ia terpaksa harus menggulung celana sekolahnya dan melepas sepatu karena sawah yang menjadi satu satunya jalan tergenang air.

Selain itu warga mengungkapkan kalau mereka tidak bisa melakukan aktivitas keagamaan di mushola dan tidak bisa bekerja karena terhalang tidak bisa menggunakan jalan yang ditutup itu.

Jalan Harapan di RT 26, RW 06 merupakan satu-satunya akses keluar masuk warga menuju Jalan Yusuf Singadekane, dan di tempat itu dibuat pagar permanen sehingga warga tidak bisa lewat, entah apa yang menjadi alasan ditutupnya akses jalan ini oleh PT. Dian Sakti. Ini yang sebenarnya sangat disayangkan oleh warga

“Warga tidak memiliki jalan lagi, kami sudah surati Pemprov sebelumnya dan minta dibantu selesaikan masalah ini,”

Tapi disisi lain Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ir Ruslan Bahri mengatakan kalau pihaknya cukup bingung saat menangani masalah ini. Mereka mengaku sudah mendapatkan surat pengaduan dari warga tapi pihaknya tidak bisa berbuat apa apa karena itu adalah memang milik PT. Dian Sakti. Tapi dia berjanji akan segera bertemu pihak PT. Dian Sakti untuk melakukan mediasi dan mencari solusi.

Inilah yang terkadang terjadi, egoisme dari pihak perusahaaan terkadang merugikan orang lain. Yang disayangkan mengapa Pemprov tidak bisa bertindak cepat seperti yang terjadi di Mts Muhammadiyah yang pagarnya ditutup oleh pihak pengembang, pada saat itu dilakukan tindakan cepat dengan pembongkaran pagar dan disusul dengan mediasi.
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement