Advertisement

Friday, January 15, 2016

Miris Sekali! Perang tak Berujung Warga Suriah Makan Daun dan Air Garam

author photo
Miris dan tragis membaca berita Internasional dalam beberapa pekan terakhir dimana banyak warga Suriah mengalami bencana kelaparan. Bahkan banyak diantara mereka yang meninggal lantaran tak kuat menahan rasa lapar.



Keadaannya sungguh mengenaskan, banyak warga yang mati kelaparan. Anak-anak yang berusaha bertahan hidup dengan memakan rumput dan serangga. Juga bayi yang harus rela tak mendapatkan ASI dari Ibunya.

Para dokter di rumah sakit setempat mengatakan bahwa para ibu tak bisa menyusui bayi-bayi mereka karena kelaparan. Para bayi yang dirawat di rumah sakit pun, hanya bisa diasup air dan garam lewat suntikan, sebagaimana dikutip Tempo.



Warga Madaya di pinggiran Kota Suriah mengatakan mereka ingin segera pergi dari sana. Warga berujar, kelaparan yang meluas dan melonjak menyebabkan mereka bertahan hidup dengan air dan garam saja. Bahkan seorang aktivis oposisi mengatakan orang-orang di Madaya ada yang makan daun dan tanaman.


“Kami telah melihat dengan mata sendiri anak gizi buruk. Jadi ada kelaparan, dan saya yakin hal yang sama berlaku di sisi lain, di Foua dan Kefraya,” kata Yacoub Al Hillo, seorang pejabat PBB yang berbasis di Damaskus, salah satu wilayah di Madaya.


Puluhan warga dikabarkan tewas di dalam kota akibat kelaparan dan kurangnya perawatan medis. Bahkan sejumlah aktivis mengatakan warga Suriah terpaksa memakan dedaunan agar tetap bertahan hidup. Foto-foto warga Suriah yang kelaparan dan kurus tersebut juga telah tersebar di media sosial.



Louay, seorang pekerja sosial di The Guardian mengatakan bahwa banyak sekali orang yang mati kelaparan disana.


“Orang-orang mati perlahan. Kami punya tumbuhan yang tumbuh di pot. Kemarin, kami memutskan untuk memakan kelopaknya. Rasanya pahit, tidak enak.” ujarnya
Source: www.dailymoslem.com

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa dirinya bersama seluruh masyarakat tidak dapat pergi kemanapun. Hal ini lantaran Para penembak jitu yang berjaga, tega menembaki siapa saja bahkan hanya untuk mencari kayu bakar untuk penghangat.


“Mau keluar cari bantuan? Nyawa taruhannya!” Lanjutnya.
Source: www.dailymoslem.com

Tak hanya itu, mahalnya harga bahan makanan di Suriah juga menjadi penyebab terjadinya bencana kelaparan ini. Bayangkan saja untuk 1kg susu saja harga nya bisa mencapai 3 juta. Sungguh diluar nalar.

Saat ini lebih dari 40.000 orang tinggal di Madaya, Suriah. Kota ini telah dikepung oleh kelompok pro-pemerintah selama satu bulan dan dikelilingi oleh banyak ranjau darat. Sementara dua desa di Provinsi Idlib dikelilingi pemberontak yang memerangi pemerintah Suriah.

Sama sekali tidak ada jalan keluar, makanan serta obat-obatan juga tak tersedia sejak Oktober lalu. Kini ribuan orang terperangkap tanpa persediaan makanan dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal akibat bencana kelaparan.


Nampaknya keegoisan menpertahankan kekuasaan lebih penting dibanding dengan jutaan nyawa manusia yang telah gugur dan yang sedang menanti giliran. Butuh berapa lagi bukti untuk menunjukkan bahwa perang tak akan pernah membawa kebaikan ??!!

Mari kita kaum muslimin mendoakan keselamatan kaum muslimin di Suriah, Yaman, Palestina, dan di seluruh negara. Aamiin.

Mari share dan jangan lupa berikan komentarmu.


sumber: tempo, hello-pet
Next article Next Post
Previous article Previous Post