Advertisement

Thursday, January 14, 2016

Ngeri! Turis Diculik dan Disiksa Suku Kanibal ketika Liburan

author photo
Pasangan Turis dari Inggris mengaku telah diculik dan disiksa oleh suku kanibal ketika berlibur di Papua Nugini. dilansir dari The Mirror, Matthew Iovane (31) dan pasangannya Michelle Clemens ditangkap oleh anggota suku dan dipaksa untuk telanjang.



Pasangan turis ini awalnya sedang menikmati liburan di Papua Nugini, ketika mereka sedang melintasi hutan belantara yang terkenal dengan suku kanibal, mereka tiba-tiba dicegat oleh dua orang suku.

"Dua orang suku tersebut satu memiliki parang dengan mata pisau besar dan satu lagi memiliki tombak kayu panjang dengan ujung yang kasar sambil berteriak. 
Saya pikir kami dirampok jadi kami meletakkan tas kami dan mencoba untuk menenangkan mereka, mengatakan mereka bisa mengambil segalanya ketika mereka mulai mendorong dan mengancam kita. " jelas Iovane

Ketika disekap mereka menjelaskan, mereka dipaksa untuk telanjang dan diikat oleh tanaman merambat dan juga mata meraka ditutup sebelum mereka berdua disiksa. Jari-jari Clemens, (31) , mengalami luka yang mendalam ketika dia berjuang melawan suku 'liar'. disebutkan Iovane salah suku liar tersebut terlihat bisa bahasa Inggris walaupun sedikit akan tetapi mampu mengancam: "We will kill you."

Pasangan ini mengatakan bahwa mereka akhirnya berhasil melarikan diri saat mereka sedang berjalan di sepanjang punggung bukit oleh penculik mereka. Mereka melarikan diri setengah telanjang meninggalkan semua barang-barang mereka, termasuk iPhone yang mengejutkan suku liar tersebut rupanya menganal benda tersebut dan mencoba untuk menggunakan.

"Mereka mengambil barang-barang kami, saya telanjang di hutan paling terpencil di Bumi tanpa sepatu dan di samping saya Michelle berdarah sangat banyak. Tapi tidak ada yang penting kecuali melarikan dir, jadi kami pun terus berlari." Tutur Iovane
Untungnya pasangan yang mengalami trauma ini akhirnya ditemukan oleh seorang pria yang menyelamatkan mereka.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Papua Nugini mengatakan:

"Kami menyediakan bantuan kepada pasangannya tersebut yang menderita luka dan dibawa ke rumah sakit setelah insiden di Port Moresby, Papua Nugini, pada 11 Januari.


Sumber: unilad.co.uk 
Next article Next Post
Previous article Previous Post