Advertisement

Tuesday, January 12, 2016

WASPADA! Gafatar, Organisasi Aliran Sesat Dibalik Hilangnya Beberapa Orang Saat Ini!

author photo
Nama organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), seketika langsung menyeruak jajaran trending topik di media sosial Twitter. Gafatar banyak dibicarakan pengguna Twitter atau netizen, lantaran dugaan kesesatan dari organisasi yang mengklaim sebagai organisasi kemasyarakatan tersebut.

Dari sekian banyak bahan perbincangan, terdapat dua aspek dari Gafatar yang menjadi bahan perbincangan utama para netizen di Twitter. Satu aspek utama adalah tentang kesesatan dari Gafatar, sedangkan aspek lain adalah tentang orang-orang hilang yang diduga ikut Gafatar.



Baca Juga: Inilah Daftar Orang - orang Hilang yang Diduga Gabung Gafatar

Di website Gafatar, organisasi ini disebut dideklarasikan di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada tahun 2012. Awalnya, organisasi berlambang sinar matahari berwarna oranye ini terdiri dari 14 DPD. Tidak ada update soal jumlah kepengurusan, namun di website lain disebutkan jumlah kepengurusan berkembang hingga 34 DPD.

Dasar pendirian organisasi adalah belum merdekanya Indonesia. Menurut mereka, Indonesia masih dijajah neokolonialis. Di sisi lain, para pejabat serakah dan kerap bertindak amoral. "Kenyataan ini membuat kami terpicu untuk berbuat," tulis Gafatar sebagaimana dikutip detikcom, Senin (11/1/2016).

Program kerja Gafatar di antaranya ketahanan dan kemandirian pangan. Mereka memajang dokumentasi kegiatan seperti perkemahan, pelatihan kebencanaan, pelatihan untuk remaja, dan lain-lain.

Majelis Ulama Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau masyarakat mewaspadai gerakan aliran Gafatar. Sebab, gerakan tersebut tidak murni sebagai organisasi Islam dan dinyatakan sebagai aliran sesat.

“Kita berharap jangan ada orang NTB ikut kelompok itu. MUI pusat sudah menyatakan Gafatar itu kelompok sesat dan bukan gerakan organisasi Islam murni,” ujar Ketua MUI NTB Saiful Muslim kepada Republika.co.id di Kota Mataram, Selasa (12/1).

Ia menuturkan, awal Januari 2015, kelompok tersebut pernah mendatangi MUI NTB untuk diakui sebagai organisasi yang sah. Namun, usai diteliti dan diperiksa lebih lanjut, Gafatar dinyatakan merupakan aliran sesat dan bukan organisasi Islam. 

“Gafatar pernah datang ke NTB di awal 2015 ingin diakui, namun steelah dipelajari AD/ART organisasi bukan masuk ke organisasi Islam,” kata dia mengungkapkan.

Ia mengimbau kepada seluruh MUI di 10 kabupaten/kota untuk berhati-hati dengan keberadaan kelompok aliran Gafatar serta melakukan koordinasi untuk langkah antisipasi di masyarakat.

sumber: republika.co.id, detik.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post