Advertisement

Tuesday, February 16, 2016

Lagi-lagi Puskesmas Enggan Pinjamkan Ambulance-nya!

author photo
SebarSebarin.org - Benar benar keterlaluan Puskesmas yang berada di Aceh Tamiang ini. Ia menolak meminjamkan Ambulance yang akan digunakan untuk mengevakuasi Rama (40), warga Blangkejeren, Gayo Lues, yang tewas terseret arus Sungai Tamiang. Akibatnya jenazah terpaksa diikat diatas atap mobil Tim SAR Aceh Tamiang. Sepertinya kepala Puskesmas ini rasa kemanusiaannya sudah mati.

Baca Juga: Miris! Tak Diizinkan Puskesmas Pakai Ambulance Jenazah ini Diangkut Truk Ikan



Terlalu!Jasad Rama diikat diatap mobil SAR



Saat ditemukan oleh Tim SAR, pihak Puskesmas Bandar Pusaka sempat menolak untuk meminjamkan Ambulans guna membawa jenazah ke RSUD Tamiang untuk di otopsi. Mereka beralasan kalau Ambulance tidak bisa jalan karena tidak ada BBM, bahkan kepala Puskesmas sempat meminta uang untuk membeli BBM kepada Tim SAR Aceh Tamiang.

Puskesmas Bandar Pusaka juga sempat menolak menyemayamkan jasad korban untuk menunggu keluarga yang datang. Tim SAR sangat menyayangkan kejadian ini karena seharusnya Ambulans disiagakan dalam kondisi seperti ini.

“Saat kami membawa mayat korban ke Puskesmas Bandar Pusaka, kepala Puskesmas menolak menerima mayat korban. Padahal, institusi kesehatan terdekat bisa mengambilalih tugas ini, karena tugas kami sudah selesai dengan ditemukannya korban,”
Source: www.tribunnews.com



“Tetapi Kepala Puskesmas tidak mau membantu membawa jasad korban menggunakan ambulans, dengan alasan ambulans di Puskesmas itu tidak ada bahan bakar (BBM)-nya. Malah kepala puskesmas menanyakan kepada kami, apa ada uang BBM-nya, karena mereka perlu uang BBM dan uang konsumsi untuk sopir,”
Source: www.tribunnews.com

Mayat tersebut pun terpaksa dimasukkan dalam perahu karet dan diikat di atas perahu karet yang diletakkan di atap mobil operasional SAR agar jasad korban bisa segera dievakuasi. Tidak ada jalan lain lagi karena di mobil sendiri sudah penuh dengan personel dan peralatan selam personel SAR yang selama tiga hari melakukan pencarian korban.

Kepala Puskesmas dicopot dari jabatannya



Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr Fajri MKes mengaku sudah mendengar kejadian adanya penolakan pihak Puskesmas menangani mayat korban tenggelam, di Bandar Pusaka. Ia mendapatkan laporan langsung dari Ketua SAR Aceh Tamiang mengenai kejadaian ini.

Syamsudin, Kepala Puskesmas Bandar Pusaka langsung ditegur. Tidak hanya sampai disini, laporan ini terus naik hingga ke Bupati Aceh Tamiang dan akhirnya keluar surat perintah pencopotan Kepala Puskesmas Bandar Pusaka.

Kepala Puskesmas macam apa ini? Sama sekali tidak mempunyai rasa kemanusiaan! Bukannya operasional Ambulance sudah ada anggaran tersendiri dan tidak membebani kas Puskesmas? Kalau memang tidak bisa dioperasionalkan, kemana dana anggaran operasional Ambulance Puskesmas itu?

Pencopotan ini adalah jalan terbaik, mengingat kepala Puskesmas itu sama sekali tidak punya rasa kemanusiaan dan tidak bisa bekerja sama atas dasar kemanusiaan.

“Untuk hal yang bersifat darurat dan atas nama kemanusiaan, seharusnya tidak ada alasan menolak melakukan penanganan,”

Baca Juga: Miris! Tak Diizinkan Puskesmas Pakai Ambulance Jenazah ini Diangkut Truk Ikan

sumber: hello-pet.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post