Wednesday, February 10, 2016

Penasaran Kenapa Orang Cina Kaya-kaya? Contoh Rahasianya!

author photo
SebarSebarin.org - Warga keturunan hingga saat ini masih memegang teguh pepatah China yang mengatakan bahwa laki-laki harus giat bekerja dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

Sudah bukan rahasia jika sampai saat perekonomian Indonesia ini masih dikuasai oleh orang-orang keturunan China Tionghoa. Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh lagi di Indonesia. Memang demikian kenyataannya .

Bayangkan saja, dari 10 daftar orang terkaya di Indonesia, 6 diantaranya adalah orang Etnis Tionghoa. Mungkin hal tersebut membuat kita bertanya-tanya, mengapa etnis China, terutama yang ada di indonesia banyak yang menjadi orang sukses.

Lalu bagaimana dengan orang pribumi, apakah mereka juga dapat meraih kesuksesan di negerinya sendiri?

Kerja keras kata yang sakral bagi orang China



Pakar Fengshui Suhu Yo menjelaskan, warga keturunan China hingga saat ini masih memegang teguh pepatah China yang mengatakan bahwa laki-laki harus bekerja dengan giat dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam pepatah tersebut dapat diartikan bahwa laki-laki harus memiliki pekerjaan yang layak sehingga bisa memberi rezeki kepada keluarganya.

“Orang-orang China dulu itu ada pepatah yang mengatakan bahwa laki-laki tidak boleh cuci baju, masak, ngepel, dan jam 8 pagi sudah harus keluar rumah dan sore baru pulang. Jadi laki-laki itu harus cari kerjaan, apa yang bisa dikerjakan,” kata Suhu Yo saat ditemui merdeka.com di Jakarta, Jumat (5/2).

Meski sudah mendapat pekerjaan yang layak, tak berarti seseorang sudah dikatakan sukses. Namun, ada satu hal lagi yang harus dikerjakan oleh setiap orang, baik yang sudah sukses maupun masih dalam proses sukses, yakni harus bisa mengontrol pengeluaran dan pendapatan.

“Saya sering melihat ada orang yang baru pegang uang sedikit sudah punya istri muda, foya-foya konsumtif barang sebanyak-banyaknya. Ini yang harus dijaga oleh siapapun,” imbuhnya.

Tak ada hasil yang mengkhianati kerja keras



Lebih lanjut Suhu Yo menambahkan, dari kedua hal itu, ada satu kunci sukses lagi yang harus dilakukan setiap orang. Menurutnya, keuletan, kegigihan, dan kecerdikan dalam mengelola uang tidak akan menjamin kesuksesan bila seseorang tidak menjalin hubungan baik dengan orang lain. Inilah yang menjadi pegangan utama Suhu Yo dalam menjalankan bisnis pengobatan herbalnya.

“Di Fengshui juga ada satu aturan orang cuma perlu satu pertemanan. Seperti di Islam itu adanya silaturahmi. Klinik kecil ini saja satu hari bisa beromzet Rp 1,5 juta, dan yang refleksi di sini juga kebanyakan teman-teman saya. kita sukses itu ya silaturahmi,” jelas Suhu Yo.

Menurutnya, jika setiap orang melakukan apapun dengan hal yang positif, maka kemudahan dalam kehidupan akan bisa dicapai. Tak hanya pebisnis atau pun masyarakat biasa, juga bukan hanya warga Indonesia asli atau pun warga keturunan China.

“Dalam kehidupan memang ada jatuh bangun. Bukan hanya orang China yang bisa sukses, tapi siapapun bisa sukses. Asal mereka mau melakukannya dengan hal positif,” pungkasnya.

Adapun faktor lain mengapa orang keturunan Tionghoa kebanyakan lebih kaya dan sukses dikarenakan penghasilan yang mereka terima tidak digunkan untuk keperluan konsumtif. Melainkan langsung disimpan di bank, kadang-kadang di investkan lagi di bank, seperti membeli saham, atau didepositoin dengan harapan mendapat bunga.

Saya pernah tanya sama orang China, berapa banyak duitnya yang disimpen di bank? Mereka bilang bisa sampai 75%-80% dari penghasilan mereka. Itu artinya mereka jarang belanja, coba aja lihat bos-bos China bajunya nggak pernah ganti. Sampe butut bajunya Itu-itu aja. Muehehe…

Etnis China memang bukan etnis terbaik, namun melihat keberhasilan mereka nggak ada salahnya jika kita belajar dari apa yang sudah mereka lakukan.

Setuju nggak dengan Suhu Yo yang menyebut jika ingin sukses laki-laki tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah?


Sumber : Suaranews.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement