Friday, March 18, 2016

HEBAT! Polisi Gagalkan Pernikahan Sesama Jenis Di Wonosobo

author photo
SebarSebarin.org - Polisi bersama dengan aparat desa berhasil menggagalkan sebuah pernikahan sejenis di Wonosobo. Kejadian ini jelas menggegerkan warga setempat karena orang yang selama ini mereka kenal sebagai Andi Budi Sutrisno (27) mendadak berubah menjadi Andini yang menggunakan busana pengantin perempuan. Penjelasan yang diutarakan oleh tokoh masyarakat setempat membuat Andini menangis.

Pernikahan sejenis digagalkan di Wonosobo



Pasangan Andi Budi Sutrisno alias Andini (27) dan Didik Suseno diberi pengertian oleh tokoh masyarakat bahwa pernikahan sesama jenis tidak bisa dilaksanakan. Kendati, pasangan pria dan keluarganya sudah menyadarinya, namun pasangan calon mempelai “perempuan” tetap kecewa.

Andini yang sudah menggunakan busana pengantin perempuan menangis karena pernikahannya batal dilakukan.

Kedua orang tua Andini ternyata sudah mengumumkan pernikahan anaknya sudah beberapa hari sebelumnya, termasuk pemberitahuan kalau pihak keluarga akan menerima rombongan pengantin laki laki yaitu Didik Suseno dari Pituruh, Kabupaten Purworejo.

Pernikahan ini sendiri bisa diketahui berkat laporan warga Desa Teges Wetan, Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo

Mereka akhirnya menyadari kesalahan mereka



Penggagalan ini sendiri dilakukan secara kekeluargaan dengan melibatkan Polisi, Kepala Desa Teges Wetan, Hendri Puryanto, bersama perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakat (Tomas) serta tokoh Agama (Toga). Seorang tokoh agama (Toga) yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Iman Tanjunganom, KH Ismail kemudian menasehati mereka

“Jadi Allah hanya menciptakan laki-laki dan perempuan. Mereka lahir sudah tegas bahwa seorang laki-laki atau seorang perempuan. Tidak ada waria atau banci. Jika pada pertumbuhannya ternyata ada waria atau banci, itu merupakan salah satu penyakit kejiwaan yang perlu disembuhkan. Sedangkan pernikahan laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan, hukumnya adalah haram. Allah sudah menerangkan dalam surat Al Hujurat ayat 13 yang artinya Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seoranglaki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa–bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,”
Source: www.facebook.com

Penjelasan inilah yang akhirnya membuat calon mempelai dan keluarga menyadari kalau mereka sudah melakukan kesalahan dan bersedia tidak melanjutkan kegiatan pernikahan tersebut. Namun Andini tidak bisa menyembunyikan kesedihannya namun ia hanya bisa pasrah.

“Sedih sih mas. Namun mau bagaimana lagi. Karena memang tidak boleh menurut undang-undang dan Agama, ya saya cuma bisa pasrah,”
Source: regional.kompas.com

Sebenarnya ada sedikit kejanggalan dari cerita penggagalan pernikahan sejenis ini. Apakah mereka ini tidak mengerti kalau pernikahan sejenis tidak diperbolehkan dalam agama? Kalau kedua calon pengantin sih bisa dipahami karena merekalah yang ngebet menikah, tapi pihak keluarga yang notabene aktif dalam kegiatan pengajian masa iya mendukung anaknya menikah sejenis?

Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi, pendekatan agama mutlak diperlukan agar mereka mereka ini bisa sembuh dan kembali ke jalan yang benar sesuai dengan kodrat mereka. Penyimpangan perasaan itu bukanlah karunia, melainkan penyakit.

Polisi, tokoh masyarakat serta tokoh agama menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa saling peduli dan saling mengingatkan satu sama lain.

Ingat, sekali lagi… Allah itu menciptakan Adam dan Hawa… Bukannya Adam dan Hendro!

sumber: hello-pet.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement