Friday, April 29, 2016

HEBAT!! Dari Papua Menembus NASA Harumkan Nama Indonesia!

author photo
SebarSebarin.org - Akhir-akhir ini media sedang diramaikan dengan prestasi anak Papua yang berhasil ke NASA. Seperti yang tercantum dalam sebuah post Facebook yang diunggah oleh Noldy Worone, dua anak siswa SMA asal Indonesia dinyatakan lolos flight test NASA.



Setelah dikonfirmasi, meraka adalah Bob Royend Sabatino Kaway dan Thinus Lamek Yewi. Keduanya adalah siswa kelas XII di SMA Advent Doyo Baru. SMA yang melahirkan anak bangsa berprestasi ini terletak di Distrik Waibu, Desa Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua.

Dua pemuda dengan cita-cita besar.

Saat diwawancara, Bob dan Thinus sedang ada di sekolahnya. Keduanya sekarang duduk di kelas XII. Bedanya, Bob duduk di kelas XII IPA sedangkan Thinus duduk di kelas XII Bahasa. Keduanya merasa sangat senang mendapatkan kabar lolos dirinya lolos dan tergabung dalam tim penelitian bersama NASA.

"Saya merasa bangga dan senang. Saya tidak menyangka bisa lolos dalam tim ini. Sebelumnya saya tidak terpikir bisa berhasil, tapi jika semua sudah diatur Tuhan semua itu bisa terjadi", ungkap Thinus.

Bob dan Thinus sendiri masih berusia 18 tahun. Bob lebih menyukai pelajaran fisika. Meskipun begitu, sebelumnya dia bercita-cita sebagai pendeta. Namun, setelah tahu dirinya lolos seleksi penelitian ini, dia terpacu untuk bermimpi menjadi seorang ilmuwan.

"Sebenarnya saya bercita-cita menjadi pendeta, setelah lolos seleksi ini saya terpikir menjadi ilmuwan", ujar Bob dengan sedikit malu-malu.

Berbeda dengan Bob, Thinus lebih menyukai mata pelajaran bahasa. Bahkan dirinya juga mengaku ingin menjadi ambassador atau duta besar. Setelah lulus SMA, dia juga ingin melanjutkan kuliah ke Manado. Dia menilai, karena kemampuan bahasa yang mumpuni, dia bisa lolos dalam seleksi ini.

Meneliti jenis padi yang bisa tumbuh di luar angkasa.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan berkunjung ke sekolah-sekolah dan menjaring anak-anak berprestasi untuk gabung dalam penelitian yang bekeja sama dengan NASA. Pada awal bulan Oktober, Bob dan Thinus mengikuti seleksi awal di Dinas Pendikan Jayapura. Seperti yang dituturkan Bob, dari SMA Advent Doyo Baru ada 12 anak yang mengikuti seleksi awal. Lalu mengerucut menjadi empat orang, hingga akhirnya terpilihlah Bob dan Thitus.

Dua anak Papua ini tergabung dalam tim Padi. Penelitian yang akan mereka kerjakan tentang uji coba apakah padi bisa tumbuh di luar angkasa. Seperti yang diketahui, kondisi atmosfer, gaya gravitasi dan tekanan udara di luar angkasa jauh berbeda dari bumi. Ide penelitian tersebut dicanangkan oleh para ahli dan Dinas Pendidikan.

Dari Papua menuju Nasa untuk alam semesta.

Tim penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu, Tim Padi dan tim Ragi. Penelitian ini nantinya akan dilakukan di  Center for Innovative Learning, Serpong. Kedua tim ini, juga melakukan engineering dan flight test di San Jose, Amerika Serikat. Nantinya para siswa diharapkan bisa mengembangkan ide penelitian ini dengan bimbingan dari berbagai ahli dari LAPAN, IPB, ITB dan Surya University.

Saat ini, hasil penelitian mereka sudah lolos flight test NASA. Bahan telah diluncurkan dengan roket United Launch Alliance Atlas V yang diluncurkan dari Space Launch Complex 41 di Cape Canaveral Air Force Station. Tentu hal ini menjadi angin segar untuk perkembangan penelitian dan ilmu pengetahuan Indonesia. Dan istimewanya justru dilakukan oleh anak SMA.

Setelah penelitian dibawa ke luar angkasa, tim peneliti akan menunggu data lanjutan. Menurut keterangan Thinus, nantinya pihak NASA akan  mengirimkan data dan hasil foto di sana. Lalu pihak peneliti di Indonesia akan mengkaji lebih dalam. Setelah itu, Bob dan Thinus beserta 18 anak muda lainnya akan mempresentasikan hasil penelitian tersebut di Annual Conference of the American Society for Gravitational and Space Research di Washington DC pada November 2016 mendatang.

Thinus dan Bob tidak pernah menyangka mereka bisa tergabung dalam penelitian berskala internasional.  Dalam wawancara, Thitus mengungkapkan dirinya begitu bersyukur. Penelitian ini mungkin jauh dari bidang yang dia pelajari di sekolah, yaitu bahasa. Tapi dia percaya jika semua hal sudah diatur oleh Tuhan, hal-hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin dan terjadi begitu saja.

Lalu apa pesan buat anak muda di luar sana?

Dia mengungkapkan dan memberikan pesan pada anak muda untuk tidak pernah bosan dalam belajar. Meskipun harus belajar hal-hal yang tidak kita sukai, kita tak boleh menyerah begitu saja. Karena toh, bagaimanapun, hal tersebut lama-kelamaan akan kita sukai dan bermanfaat pada kemudian hari. Selain itu, jangan pernah lupa belajar ilmu rohani.

Selamat Bob dan Thinus!

sumber: idntimes.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement