Advertisement

Friday, May 13, 2016

Orang Tua Waspada! Inilah Bahaya Tak Terduga Unggah Foto Anak ke Media Sosial

author photo
SebarSebarin.org - Memiliki buah hati yang lucu, menggemaskan, dan pintar adalah suatu kebanggan tersendiri bagi para orang tua. Untuk itu, seringkali membuat para orang tua tidak tahan untuk membagikan foto-foto si kecil ke berbagai media sosial yang dimiliki. Niatnya hanya ingin berbagi momen istimewa, aktivitas, dan tumbuh kembang si kecil kepada seluruh sahabat dunia maya.

Namun tahukah Anda, posting foto anak di media sosial atau medsos sebenarnya berbahaya. Bagaimana hal menyenangkan ini bisa disebut sebagai hal yang berbahaya?



Masih ingatkah Anda dengan kasus perdagangan anak yang terjadi beberapa bulan lalu di mana pelaku mengambil foto dari instagram? Selain mengundang kejahatan seperti disalahgunakan untuk perdagangan anak, foto di media sosial juga rentan dapat dijadikan sebagai sasaran korban penculikan, dan yang lebih parah lagi, dapat memicu kejahatan pelecehan seksual pada anak.

Hal-hal seperti ini perlu diwaspadai oleh para orang tua. Ada pihak-pihak dengan pikiran kotor dan negatif berkeliaran di dunia maya. Tidak percaya? Di tahun 2014, seorang pelaku pedofilia asal Surabaya menyebar 10.236 foto tidak senonoh anak-anak di dunia maya. Bayangkan apa yang pelaku lakukan untuk melengkapi koleksinya.

Di tahun 2013, Sweetie, ‘bocah virtual’ berumur 10 tahun yang ternyata merupakan bocah hasil rekayasa komputer yang dibuat sangat nyata oleh organisasi yang bergerak di bidang HAM terutama hak anak, Terre des Hommes dari Belanda berhasil ‘menangkap’ ribuan pedofilia. Tercatat 20.000 predator (pedofilia) dari  71 negara dalam kurun waktu hanya 2,5 bulan yang melakukan interaksi dengan Sweetie dengan maksud tidak senonoh. Itu artinya, ada puluhan ribu orang di luar sana (terutama di dunia maya) yang tega melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Sungguh memprihatinkan.

Mungkin memfoto dan mengupload setiap aksi anak termasuk saat berenang, atau mandi dimaksudkan untuk berbagi cerita bahagia, atau sekedar lucu-lucuan. Tanpa disadari, ada sebagian pelaku kejahatan yang menikmati foto-foto anak lucu ini dengan syahwatnya. Ketika foto seseorang diupload di sebuah jejaring sosial, maka tak ada yang bisa menghentikan peredarannya. Bahkan ketika foto tersebut sudah dihapus, karena foto tersebut bisa jadi sudah tercatat di situs pencari atau bisa jadi sudah terlanjur di-download oleh seseorang. Saat foto sudah diunggah, maka kita tidak bisa mengontrol sejauh mana foto anak kita akan tersebar. Bisa jadi foto anak kita menjadi koleksi sang predator (pedofilia).

Jadi, meski masih balita bukan artinya kita bebas mengabadikan setiap momen dan mengunggahnya di sosial media. Semakin banyak foto dan informasi yang ter-share ke dunia maya, maka semakin besar pula peluang anak terpapar bahaya kriminalitas terutama pelecehan seksual anak dan berpotensi menjadi target dari pelaku pedofil atau predator.

Demikianlah informasi bahaya asal unggah foto anak ke sosial media.  Oleh karenanya, orang tua perlu berpikir dua kali dan selalu waspada sebelum mem-posting apapun di media sosial. Karena kejahatan tidak hanya terjadi karena niat pelakunya saja, melainkan adanya kesempatan yang memberikan ruang bagi pelakunya untuk lebih mudah melancarkan aksinya.

sumber: wajibbaca.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post